Sabtu, 26 Mei 2012

masa putih abu-abu



Masa-masa SMA merupakan masa yang indah (menurutku loh), karena masa SMA itu penuh dengan dinamika. Masa SMA, mulai masa-masa pencarian jati diri, masa mulai melirik-lirik lawan jenis, masa mulai mencoba memberontak, masa mulai mencoba jadi sang hero bagi kekasihnya, masa dimulainya kejahilan-kejahilan yang kadang mengakibatkan kerusakan yang fatal bagi diri sendiri.
Namun, masa-masa yang indah ini tidak berlangsung lama, hanya tiga tahun. Ketika saat-saat terakhir usai ujian akhir, maka mulailah saat-saat menuju perpisahan..

Sebuah tempat yang sudah lama ingin sekali aku kunjungi entah kenapa dan ada apa aku sendirin tak pernah tau.
Timor LoroSa’e, sebuah tempat dengan pemandangan pantai dan pegunungan yang indah sebuah kolaborasi alam yang begitu eksotis. Timor Loro Sae artinya tempat matahari terbit. Tidak mengherankan jika disana tempat yang paling menarik adalah bibir pantai pasir putih dimana kita dapat melihat matahari terbit dari garis pantai. Pasir Putih, teletak sekitar 10 kilemeter ke arah Timur dari Ibu Kota Dili.


Lepas dari itu, ada sesuatu yang tentu semua orang tau Timor Loro Sae tidak akan pernah kembali sejak dikeluarkannya referendum 1999. Ada rasa aneh menyelinap dalam hati tiap kali aku mendengar. Timor Loro Sae. Namun bagaimanapun Loro Sae sekarang aku masih tetap ingin pergi kesana mesti bukan milik kita lagi.

Beach

hangatnya mentari
lembutnya butiran pasir
dan merdunya deburan ombak
aku suka
karena buatku, itu sempurna,,